Logo Geevv

Bagaimana Indonesia Melawan Berita Hoax?

Thursday, 05 Jan 2017 - 17.51 WIB

Pada tanggal empat Januari kemarin, Harian Republika genap berusia 24 tahun. Dalam rangka merayakan hari jadinya, Harian Republika menyajikan edisi khusus dengan tema melawan hoax yang berisikan berita asli dan palsu. Langkah tersebut diapresiasi oleh para pembaca karena berita hoax semakin lama semakin marak ditemui. Mulai dari platform media sosial hingga kanal berita pun bisa jadi saluran menyebarkan berita hoax.

Perkembangan teknologi dalam kehidupan kita sehari-hari sangat memudahkan kita memperoleh informasi. Akan tetapi, tahukah kamu menurut data dari Kemenkominfo, terdapat 800 ribu situs yang ikut menyebarkan berita palsu? Yang lebih mencengangkan lagi, satu berita palsu dengan 100 ribu klik dapat menghasilkan uang sejumlah Rp 1,3 juta. Hal ini membuat kita harus lebih berhati-hati sebagai pengguna media sosial. Nah, berikut tips melawan hoax dari Republika:

Tips Melawan Berita Hoax

  1. Jangan langsung membagi ulang tautan berisi berita bombastis yang beredar di media sosial ataupun di aplikasi pesan singkat.
    Cermati situs pembuat berita. Pastikan memiliki keterangan jelas soal alamat redaksi dan susunan dewan redaksi dengan jelas.
  2. Cek keberadaan berita bombastis tersebut di lebih dari satu media arus utama. Jika tak ada, bukan selalu artinya tak benar, tapi bisa diragukan.
  3. Periksa ulang tautan gambar dengan pengantar bombastis. Kerap kali gambar-gambar sensasional dipakai tak sesuai konteksnya.
  4. Jika sebuah tautan memicu emosi-emosi ekstrem, berhati-hatilah. Berita palsu kerap dibuat untuk memicu emosi.
  5. Hidupkan fasilitas pelacak berita palsu di aplikasi media sosial seperti Facebook dan Twitter, serta mesin pencari seperti Google Chrome.
  6. Gunakan fasilitas tandai berita palsu yang sudah disediakan aplikasi media sosial seperti Facebook untuk mencegah pengguna lain tertipu.
    (Sumber: common sense media/wawancara Republika dengan para pengamat.)

Nah, teman-teman, jadi itulah cara yang dapat kamu lakukan untuk melawan berita hoax yang banyak beredar. Yuk, ciptakan budaya kritis dalam menanggapi informasi di media sosial.

 

Oleh: Hana Adiningsih

Sumber: Republika

Tags: