Logo Geevv

Bagaimana Kabar Anak Jalanan di Indonesia?

Monday, 09 Jan 2017 - 18.24 WIB

Anak Jalanan di Keseharian Kita

Setiap hari kita selalu menjumpai anak jalanan di perkotaan. Mereka mengamen, berjualan, atau sekadar bermain di lingkungan yang tidak mendapatkan cukup perhatian dari sekitar. Biasanya, sebagian dari mereka tidak bersekolah.

Berdasarkan data dari Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial RI, jumlah anak jalanan di seluruh Indonesia pada tahun 2006 adalah sebanyak 232.894 anak, tahun 2010 sebanyak 159.230 anak, tahun 2011 turun menjadi 67.607 anak, dan pada tahun 2015 menjadi 33.400 anak.

Mereka hidup sehari-hari dalam kondisi yang rentan akan kekerasan dan membahayakan hidup anak-anak. Mereka sering memperoleh ancaman kecelakaan, eksploitasi, perdagangan anak, dan kekerasan seksual. Yang memperparah keadaan tersebut adalah tidak adanya jaminan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan lainnya.  Belum lagi jika kondisi keluarga mereka tidak utuh dan kurang mendukung tumbuh kembang anak.

Deklarasi Menuju Indonesia Bebas Anak Jalanan (MIBAJ) 2017

“Anak jalanan masih merupakan masalah kesejahteraan sosial yang serius di Indonesia. Jumlah anak jalanan tahun 2015 sebanyak 33.400 anak tersebar di 16 Provinsi. Sedangkan anak jalanan yang mendapatkan layanan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) baru mencapai 6.000 pada 2016,” tutur Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Masalah-masalah seperti eksploitasi anak, perdagangan anak, dan lain-lain masih sulit diberantas karena pelaksanaannya seringkali sulit untuk dideteksi. Padahal, setiap anak memiliki hak untuk hidup dengan rasa aman dan nyaman serta memperoleh pendidikan yang layak.

Masyarakat dapat melaporkan jika di jalan masih melihat aktivitas anak jalanan ke Telepon Pelayanan Sosial Anak (TEPSA) 1500-771. Laporan disertai foto dan lokasi yang kemudian dapat mengirimkannya melalui pesan Whatsapp ke nomor 081238888002. Tindaklanjut dari langkah tersebut adalah anak-anak jalanan akan dikembalikan pada orang tua atau masyarakat.

Rencananya, tahun ini diharapkan  Indonesia dapat terbebas dari anak jalanan. Namun tentunya hal tersebut tidak akan tercapai tanpa kontribusi kita semua. Kita yang menganggap mereka mengganggu, sebetulnya tidak tahu sama sekali tentang kehidupan seperti apa yang sedang mereka lalui.

Jadi, bangunlah kepedulian bersama untuk anak-anak di sekitar kita. Karena setiap anak berhak bermain dan belajar, bukannya bekerja dan ditelantarkan.

 

Oleh: Hana Adiningsih

Sumber: Berita Satu