Logo Geevv

Rumah Cemara dan Dunia Tanpa Stigma

Saturday, 07 Jan 2017 - 15.38 WIB

Pandangan negatif tentang mantan pengguna narkoba atau pengidap HIV-AIDS masih sering terdengar hingga saat ini. Tidak jarang mereka dikucilkan atau dianggap buruk. Sadar atau tidak, sikap masyarakat yang seperti ini bukannya menolong, tapi justru memperparah keadaan. Melihat fakta itu, Ginan beserta teman-temannya pun mendirikan komunitas Rumah Cemara.

Siapa Ginan Koesnayadi?

Ginan Koesnayadi adalah pendiri komunitas Rumah Cemara yang terletak di Kota Bandung. Pria kelahiran 13 Juli 1980 ini belajar untuk bangkit dari keterpurukannya dan mengajak orang-orang yang terpinggirkan untuk sembuh dan bangkit kembali.

Ginan bersama lima orang temannya menciptakan rumah rehabilitasi yang terbuka, aman, dan nyaman bagi pengguna narkoba dan penderita HIV/AIDS agar mereka mampu meningkatkan kualitas hidupnya. Mereka biasa melakukan penyuluhan dan pembinaan.

Tidak hanya itu, mereka juga melakukan aktivitas seperti bermain sepak bola, musik, dan tinju. Alasannya, karena ketiga hal tersebut mampu mendekatkan semua orang tanpa terkecuali. Mereka ingin mengingatkan masyarakat bahwa penyakitnyalah yang semestinya dijauhi, bukan orang-orangnya.

Impian Rumah Cemara

Bergerak sejak tahun 2003, organisasi komunitas ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV-AIDS, mantan konsumen narkoba, serta kaum marginal lainnya di Indonesia.

Rumah Cemara memimpikan Indonesia tanpa stigma dan diskriminasi di mana semua manusia memiliki kesempatan yang sama untuk maju. Untuk dapat mewujudkannya, Rumah Cemara akan turut serta dalam upaya penanggulangan AIDS dan pengendalian NAPZA nasional beserta perumusan kebijakannya yang berpihak pada pemenuhan HAM dan kesetaraan.

Tidak hanya aktif di Kota Bandung, Ginan pernah mewakili nama Indonesia untuk bertanding dalam Homeless World Cup (HWC), sebuah ajang pertandingan sepak bola untuk kaum yang termarjinalkan. Rumah Cemara pun sering mengirimkan anggotanya untuk bertanding di luar negeri. Mereka pernah meraih penghargaan Best Coach Award UEFA (2012), Peringkat 8 Dunia (2013), Peringkat 2 Ejercito de Chile Cup dan Best Male Player (2014), L. Swananda Pradika, serta peringkat 1 Amsterdam Cup (2015).

Ginan beserta teman-temannya adalah bukti bahwa semua orang, terlepas dari hambatan yang dihadapinya, bisa memulai sesuatu yang baik. Bagaimana dengan kamu?

 

Oleh: Hana Adiningsih

Sumber: Rumah Cemara, GNFI